Semiotika dalam Keseharian

Menurut pengertian luasnya, semiotika merupakan teks yang didefinisikan sebagai pesan-pesan baik yang menggunakan tanda verbal maupun visual (visual sign) yang menghasilkan tesk verbal dan teks visual (visual text). Teks verbal dibedakan menjadi teks oral (discourse) dan teks tertulis, sedangkan teks visual adalah teks yang di dalamnya melibatkan unsur-unsur visual.

Saussure menjelaskan tanda sebagai kesatuan yang tak dapat dipisahkan dari dua bidang, seperti halnya seikat bunga yaitu bidang penanda (signifier) untuk menjelaskan bentuk/ekspresi dan bidang petanda (signified) sebagai konsep cinta dan kasih sayang, untuk menjelaskan konsep atau makna. Dua hal tersebut tidak dapat dipisahkan bagai selembar kertas yang satu sisinya menyatu dengan sisi yang lainnya. Saussure juga menekankan bahwa perlunya semacam konvensi sosial (social convention) di kalangan komunitas bahasa, yang mengatur makna sebuah tanda. Relasi antara penanda dan petanda berdasarkan konvensi inilah yang disebut sebagai signifikan (signification).

Dalam aktivitas keseharian kita pula, tidak terlepas dari yang namanya sistem semiotika penanda (signifier) dan juga petanda (signified) tersebut, dalam hal ini semiotika menjadi sesuatu yang mengiringi kita dalam melakukan berbagai kegiatan sehari-hari.

Salah satu contoh kegiatannya yaitu bekerja, bekerja merupakan kegiatan utama untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam mencari nafkah. Mulai dari bekerja serabutan (freelance) hingga bekerja tetap. Dalam bekerja pula terdapat tanda-tanda yang memberikan kode atau peringatan kepada pekerja tersebut, yaitu berupa rambu-rambu peringatan untuk selalu safety first, standard operational produksi (SOP) dan beberapa pujian atau teguran atasan dalam bekerja.

Safety First, tanda ini selalu digembor-gemborkan dalam dunia bekerja apalagi dalam bidang industry, yang dimana itu pekerjanya selalu bekerja dengan mesin-mesin produksi yang berat dan besar serta dapat memungkinkan operatornya tersebut menjadi korban kecelakaan kerja. Maka dari itu di setiap sudut tempat perusahaan tersebut selalu ditaruh rambu-rambu untuk selalu safety first (signifier) agar selamat dalam bekerja (signified).

Tak terlepas dari safety first, standard operational produksi juga berhubungan dengan tanda tersebut karena dalam SOP itu sudah menjadi aturan yang aman dan berstandar safety, serta sudah diuji agar pekerjanya selamat dan terhindar dari kecelakaan kerja dalam menghasilkan produk-produknya. Seperti halnya untuk selalu memakai sarung tangan (signifier) dalam bekerja agar tangan tidak tergores (signified) saat produksi tersebut, atau memakai topi/helm safety agar suatu ketika kejatuhan barang atau sesuatu bagian kepala terlindungi.

Setelah lamanya bekerja selalu ada yang namanya pujian/reward dan teguran apabila pekerja tersebut melakukan kesalahan hingga menyebabkan kerugian dalam produksi. Pujian ataupun teguran merupakan hal yang membuat perasaan berbeda di masing-masing penyebabnya (signified) ntah itu berupa kata-kata (ucapan) atau berupa tindakan gesture (signifier). Maka dalam pujian biasanya seseorang akan mengucapakan ‘selamat’ sambal menjabat tangan dan tersenyum, sedangkan teguran seseorang tersebut akan kesal dan kecewa bahkan melakukan hal yang tidak diinginkan yang bersifat tindakan fisik.

Dari situlah beberapa tanda-tanda tentang semiotik umum yang digunakan oleh seluruh para pekerja dan menurut pengalaman pribadi juga. Karena satu kata mempunyai makna tertentu disebabkan adanya kesepakatan sosial di antara komunitas pengguna bahasa (Culler, 1976:19).

Komentar

Postingan Populer